Stuktur Organisasi

Selasa, 08 Mei 2012

PERSAINGAN GLOBAL DAN DINAMIKA PENGEMBANGAN BISNIS INDUSTRI KREATIF USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PRODUK HERITAGE BATIK TULIS JEMBER

Daya saing dan pertumbuhan ekonomi suatu negara memiliki kaitan yang erat, hal tersebutpaling tidak terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tercipta melalui daya saing antar negaradi era global sehingga besarnya output suatu negara dapat digunakan untuk proses pembangunan di dalam negara tersebut.Pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya dapat dicapai jika terjadi sinkronisasi kebijakan dan arah perilaku pelaku ekonomi. Secara massif pada kasus negara berkembang seperti Indonesia, dukungan pertumbuhan ekonomi diperoleh dari struktur ekonomi yang dibangun oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Dengan hadirnya UMKM di Indonesia diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan yang nantinya dapat meningkatkan daya saing bangsa sebagaimana diharapkan oleh gerakan UMKM di dunia yang sudah terbukti berhasil dinegara-negara maju yang tidak luput dengan support dari teknologi informasi dan komunikasi. Didalam UMKM terdapat industri kreatif yang merupakan suatu proses pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui inovasi dan kreativitas dengan iklim perekonomian yang memiliki daya saing serta cadangan sumber daya yang tergantikan.
Batik sebagai salah satu heritage product yang umumnya dihasilkan oleh industri-industri rumahan atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki beberapa kesulitan dalam berkembang salah satunya dalam mendapatkan pasar dalam skala besar, karena masih terkendala oleh masalah waktu dan jarak. Selama ini konsumen yang ingin membeli batik harus mendatangi tempat penjualan atau toko milik produsen batik sendiri. Perkembangan batik khususnya batik tulis di Kabupaten Jember, mengalami dinamika bisnis yang fluktuatif dan terus menerus. Menurut hasil penelitian, secara kuantitas pengusaha batik tulis Jember banyak mengalami penurunan, yang dahulu terdapat 6 pengusaha, saat ini hanya terdapat 2 pengusaha batik tulis Jember, namun secara kualitas, batik tulis Jember mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan motif yang bervariasi, dan penggunaan batik yang dahulu hanya sekedar jarik, sekarang banyak yang berbentuk baju, kemeja dan lain-lain.
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan batik tulis Jember antara lain: jumlah sumber daya alam, kurangnya pengenalan dan pengetahuan akan teknologi, dan jumlah bahan baku yang ada di Indonesia khususnya di Jember. Untuk mengembangkan usaha batik tulis Jember, para pengrajin atau pengusaha telah banyak melakukan kegiatan pengembangan antara lain: promosi dengan menggunakan pameran, pemanfaatan teknologi, inovasi produk, dan perluasan pasar.
Dengan hadirnya teknologi untuk mengembangkan suatu industri salah satunya internet, maka perlu adanya pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan industri batik tulis Jember. Namun kendala dalam penerapan teknologi(e-commerce) pada UMKM batik tulis Jember, adalah terbatasnya sosialisasi dari kaum terpelajar kepada para pengrajin yang menyebabkan kurangnya pengetahuan mengenai e-commerce.
Secara umum, peluang batik tulis Jember terbuka lebar untuk akses ke pasar global, hal tersebut terlihat dari besarnya kemauan untuk maju oleh para pengrajin batik tulis Jember. Sehingga diperlikan minimisasi kendala dalam pengembangan teknologi tersebut agar akses ke pasar global bagi industri batik tulis Jember semakin mudah.
Kata kunci: Daya saing,UMKM, Industri Kreatif, Heritage Product, E-Commerce.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar